RSUD Dr Soegiri Naik Kelas B

November 28, 2008

Prestasi ganda diraih Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soegiri Lamongan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 44 tahun ini. Selain berhasil menaikkan klasifikasinya dari rumah sakit kelas C menjadi kelas B berdasar SK Menkes RI no 970/Menkes/SK/X/2008 tentang peningkatan kelas RSUD Dr Soegiri milik Pemkab Lamongan., rumah sakit pelat merah tersebut juga berhasil meraih Sertifikat ISO 9001:2000 dari Worlwide Quality Assurance (WQA). Sertifikat ISO 9001:2000 dari WQA tersebut diserahkan langsung oleh General Manager WQA Widayanti kepada Bupati Lamongan Masfuk seusai upacara peringatan HKN di halaman RSUD Dr Soegiri Lamongan, Selasa (25/11). Sertifikat itu sendiri diberikan untuk instalasi rawat jalan, instalasi rawat inap, instalasi rawat darurat beserta semua instalasi dan unit penunjang lainnya. Sementara dengan peningkatan klasifikasi itu, berarti RSUD Dr Soegiri Lamongan kini bisa ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan dengan memenuhi beberapa kriteria dan persyaratan yang berlaku. Dengan menjadi rumah sakit pendidikan, berarti RSUD Dr Soegiri Lamongan bisa digunakan untuk praktek dokter dari Fakultas Kedokteran. Sementara rumah sakit kelas C adalah rumah sakit non pendidikan. Selain itu dengan naiknya klasifikasi ini bisa sebgai jalan untuk menuju Badan Layanan Umum (BLU),  tutur Direktur RSUD Dr Soegiri Lamongan dr Herry Widijanto seusai upacara. Masfuk saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir akses pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin atau hampir miskin semakin hari semakin terjamin melalui penyelenggaraan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). dengan ketersediaan akses pelayanan kesehatan yang luas dan berkualitas, agar mampu mengelola dan memanfaatkan semua potensi negara ini secara maksimal. Oleh karena itu, menjadi penting paranan sector kesehatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan produktivitas suatu bangsa. Disamping peran sector pendidikan dan ekonomi,  tutur dia. Dia melanjutkan, dalam momentum peringatan HKN tersebut, semua pihak harus berupaya secara terus menerus untuk melakukan koreksi dan perbaikan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bukan saja upaya kuratif dan rehabilitasi medik, tetapi harus seimbang dengan upaya preventif dan promotif yang melibatkan peran aktif masyarakat,  katanya.

PNS Lamongan siap bermigrasi ke KPE

November 24, 2008

Dalam waktu yang tidak lama lagi, PNS (pegawai negeri sipil) di jajaran pemkab Lamongan akan memiliki kartu pegawai yang berbasis elektronik. Berbeda dengan kartu pegawai pada umumnya, kartu pegawai baru tersebut memiliki multi fungsi. Proses pembuatan kartu yang lebih dikenal dengan istilah KPE (kartu pegawai Elektronik) tersebut telah dimulai sejak pertengahan Nopember lalu dengan menggelar pemotretan di tiap-tiap SKPD. Senin (25/11) giliran PNS di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan yang diambil fotonya. Mulai dari staf, Kepala Bagian hingga Sekda Fadeli turut antri foto yang dimulai dari pukul 07.00 wib. Usai foto, masing-masing PNS diambil sidik jarinya yang nantinya dicantumkan pula di kartu tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Lamongan Bambang Kustiono melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan Aris Wibawa menuturkan, KPE selain sebagai identitas bagi PNS, juga memiliki fungsi sebagaimana kartu ATM. Sehingga, lanjutnya, kartu tersebut nantinya juga dapat dipakai untuk mengambil uang gaji juga Taspen dan askes. Sehingga kartu ini benar-benar berbeda dari Karpeg sebelumnya. Bukan hanya bentuk fisiknya fungsinya juga berbeda jauh. Yang pasti nantinya semua kebutuhan PNS yang berhubungan dengan pengambilan uang dan lainnya dapat dilakukan dengan menggunakan kartu ini, ujar Aris. Aris menambahkan, beragamnya fungsi yang dimiliki kartu tersebut, sehingga data yang dimasukkan juga harus benar-benar valid. Tidak hanya nama dan NIP yang bersangkutan serta tanggal pengangkatan sebagai PNS, namun juga jumlah keluarga didata ulang. Untuk Kabupaten Lamongan sebelum pengambilan foto, telah dilakukan sosialisasi beberapa waktu lalu, dan terakhir tiap-tiap PNS diberikan formulir yang berisi isian data masing-masing yang dimaksudkan untuk memvalidkan data yang sudah ada, sehingga saat kartu sudah jadi tidak ada lagi kesalahan, tambah Aris. KPE, kata Aris, merupakan proyek BKN pusat bekerjasama dengan Sucofindo sebagai pelaksana. Sehingga kapan diberlakukannya kartu pegawai berbasis elektronik tersebut menunggu pemeberitahuan dari BKN pusat. Yang pasti proyek tersebut akan tuntas pada 2015 mendatang, dan kebetulan Jawa Timur mendahului propinsi lainnya, dan baru beberapa kabupaten yang sudah melaksanakan pengambilan foto termasuk Lamongan, pungkas Aris.

Penghargaan Untuk Perda Pro UKM Lamongan

November 24, 2008

Terobosan yang dilakukan Pemkab Lamongan dalam memberdayakan koperasi dan Industri Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menerbitkan Perda yang pro UMKM direspon positif oleh Pemrintah Propinsi Jatim. Pada beberapa waktu lalu, Gubernur Jatim memberikan penghargaan atas penrbitan Perda no 7 tahun 2008 tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Peradagangan dan Koperasi (Perindagkop) Lamongan Mursyid melalui Kabag humas dan Protokol Aris Wibawa, penghargaan tersebut diberikan pada lamongan di Hotel Elmi Surabaya pada Rakerda Koperasi dan UKM Propinsi Jatim yang diikuti Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta Dekopinda se Jatim. Gubernur Jatim memberikan piagam penghargaan kepada Pemkab Lamongan sebagai kabupaten/kota pertama dan satu-satunya atas kebrhasilan menerbitkan Perda Kabupaten Lamongan nomor 07 tahun 2008 tentang pemberdayaan koperasi dan UMKM, tutur dia.
Dengan adanya perda tersebut, lanjut Aris, kini koperasi dan UMKM di Lamongan dengan perda tersebut selain menggratiskan dari beaya SIUP dan TDP,koperasi juga bisa mengikuti tender proyek pengadaan. Perda tersebut juga mengatur pemberian fasilitas pembiayaan dan pengembangan pola kemitraan.

Pada Rakerda tersebut, Kepala Dinas Perindagkop Lamongan juga diminta untuk menyampaikan hasil-hasil yang telah dicapai Kabupaten Lamongan dalam usaha pemberdayaan koperasi dan UMKM. Seperti penguatan modal kerja bagi koperasi dan UMKM melalui dana revolving APBD dengan bunag 6 persen pertahun sebesar Rp 4,635 milyar serta pemfasilitasan akses modal kerja dengan pimpinan perbankan pada 9 Juli lalu. Pemberdayaan di Lamongan juga dilakukan dengan bantuan biaya pembuatan akta notaris untuk kperasi LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dan UMKM serta pemberdayaan Koperasi IKA Teman dan Kopabel untuk mangelola Bella (becak lee Lamongan) dengan tujuan lebih memanusiawikan para abang becak,  terangnya.

Aris melanjutkan, Pemkab Lamongan juga melakukan penertiban PKL sebagai ujung tombak pemasaran produk-produk koperasi dan UMKM dengan pembinaan dan penataan lokasi melalui SK Bupati no 20 tahun 2003 tentang penetapan lokasi pedagang kaki lima di Kabupaten Lamongan

KEK Akan Utamakan Pekerja Lokal

November 24, 2008

Realisasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Lamongan terus dimatangkan. Saat ini tahapannya sudah memasuki fase studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Dalam pembahasan Kerangka Acuan AMDAL (KA AMDAL) kawasan industri KEK di Ruang Sasana Nayaka Pemkab Lamongan kemarin, pada salah satu poinnya menganjurkan pada kontraktor maupun subkontraktor konstruksi agar mengutamakan pekerja lokal.
Pemrakarsa KA AMDAL kawasan industri KEK Kabupaten Lamongan Anton Hidayat dari Departemen Perindustrian mengatakan, tenaga yang akan dilibatkan pada tahap persiapan dan pelaksanaan konstruksi dapat berasal dari tenaga kerja lokal atau tenaga kerja pendatang. Kepada kontraktor maupun subkontraktor selalu dianjurkan agar tenaga kerja yang dibutuhkan agar diprioritaskan dari tenaga kerja lokal dengan persyaratan sesuai spesifikasi pekerjaan dan keahlian yang diperlukan proyek,  kata dia. Anton melanjutkan, keberadaan beberapa industri yang sudah ada sebelumnya di kawasan pantura Lamongan akan saling menunjang dan melengkapi keberadaan kawasan industri KEK nantinya. Seperti keberadaan Lamongan Integrated Shorebase (LIS) yang telah dilengkapi dengan jetti/pelabuhan dengan ukuran 50 x 100 meter sehingga dapat digunakan merapat kapal berbobot mati 42 ribu DWT. Selain itu dengan dilengkapi dengan sarana pergudangan baik terbuka maupun tertutup, bunker penyimpanan air bersih, ware house, areal penyimpanan limbah B3 untuk kegiatan Migas akan sangat menunjang rencana kawasan industri KEK. Demikian pula Wisata Bahari Lamongan (WBL) yang kini dilengkapi dengan kebun binatang (Mazoola) akan memberi dampak yang sangat positif bagi kawasan industri KEK. Seperti tempat rekreasi yang sangat mendidik bagi karyawan dan keluarganya.
Begitu pula sebaliknya, kawasan KEK akan meningkatkan jumlah pengunjung WBL. Pelabuhan ASDP yang diproyeksikan sebagai pengganti pelabuhan Tanjung Perak yang akan direncanakan sebgai pelabuhan peti kemas untuk melayani kawasan industri secara global, akan saling bersinergi dengan keberadaan kawasan KEK,  ungkap dia. Sementara Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Lamongan Djonot Subagijo saat membuka pembahasan KA AMDAL kawasan industri KEK berharap agar tokoh masyarakat yang diundang pada kesempatan tersebut untuk memberikan masukannya terkait penyusunan dokumen AMDAL. Karena menurutnya, masyarakat lokallah yang paling paham dengan kondisi lingkungannya. Salah tujuan pembangunan KEK ini adalah sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi Lamongan dan mendorong kegiatan industrialisasi di Kabupaten Lamongan dan di Kecamatan Paciran pada khususnya. Pada 2002 telah dilakukan studi kelayakan pembangunan KEK di Kecamatan Paciran dengan luas mencapai 500 hektar dengan hasil layak secara teknis dan ekonomis. Sementara saat ini sudah memasuki tahap pembahasan KA AMDAL. Kerangka ini nanti harus menampung aspirasi pihak-pihak yang terlibat dalam studi AMDAL termasuk masukan waktu sosialisasi pada 16 oktober 2008 lalu,  tutur dia. Pada awal penyusunannya, kawasan industi ini dinamakan Kawasn Industri Lamongan (KIL) diats areal seluas 500 hektar yang berada di selatan dari jalan Daendels yang merupakan jalan alternatip di pantura yang menghubungkan Kabupaten Gresik dan Tuban. Dalam rencana tahap pasca konstruksi (operasi), blok kawasan untuk industri direncanakan akan menempati sekitar 300 hektar atau 60 persen dari luas kawasan.
Sementara 40 persen lainnya direncanakan akan difungsikan sebagai areal pengolahan air limbah (WWTP atau waste water treatment plant), ruang terbuka hijau, fasilitas umum, kantor pengelola kawasan, jalan, trotoar serta areal parkir kendaraan. Berdasar data Biro Pusat Statistik (BPS) Lamongan tahun 2007, jumlah penduduk Kecamatan Paciran sebesar 92.177 jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk usia kerja di Desa Tlogosadang sejumlah 62, 71 persen dan di Sidokelar sebanyak 57, 49 persen. sementara tingkat pendidikan di wilayah studi tahun 2007 didominasi oleh tamatan SLTP dan SLTA. Di Tlogosadang 46,69 persen diantaranya lulusan SLTP dan 30,48 persen adalah angkatan kerja tamat SMA

Penghargaan untuk Perda Pro UKM Lamongan

November 24, 2008

Terobosan yang dilakukan Pemkab Lamongan dalam memberdayakan koperasi dan Industri Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menerbitkan Perda yang pro UMKM direspon positif oleh Pemerintah Propinsi Jatim. Pada beberapa waktu lalu, Gubernur Jatim memberikan penghargaan atas penerbitan Perda no 7 tahun 2008 tersebut. Menurut Kepala Dinas Perindustrian Peradagangan dan Koperasi (Perindagkop) Lamongan Mursyid melalui Kabag humas dan Protokol Aris Wibawa, penghargaan tersebut diberikan pada lamongan di Hotel Elmi Surabaya pada Rakerda Koperasi dan UKM Propinsi Jatim yang diikuti Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta Dekopinda se Jatim. Gubernur Jatim memberikan piagam penghargaan kepada Pemkab Lamongan sebagai kabupaten/kota pertama dan satu-satunya atas keberhasilan menerbitkan Perda Kabupaten Lamongan nomor 07 tahun 2008 tentang pemberdayaan koperasi dan UMKM,  tutur dia. Dengan adanya perda tersebut, lanjut Aris, kini koperasi dan UMKM di Lamongan dengan perda tersebut selain menggratiskan dari biaya SIUP dan TDP, koperasi juga bisa mengikuti tender proyek pengadaan. Perda tersebut juga mengatur pemberian fasilitas pembiayaan dan pengembangan pola kemitraan. Pada Rakerda tersebut, Kepala Dinas Perindagkop Lamongan juga diminta untuk menyampaikan hasil-hasil yang telah dicapai Kabupaten Lamongan dalam usaha pemberdayaan koperasi dan UMKM.
Seperti penguatan modal kerja bagi koperasi dan UMKM melalui dana revolving APBD dengan bunag 6 persen pertahun sebesar Rp 4,635 milyar serta pemfasilitasan akses modal kerja dengan pimpinan perbankan pada 9 Juli lalu. Pemberdayaan di Lamongan juga dilakukan dengan bantuan biaya pembuatan akta notaris untuk koperasi LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dan UMKM serta pemberdayaan Koperasi IKA Teman dan Kopabel untuk mengelola Bella (Becak Lamongan) dengan tujuan lebih memanusiawikan para abang becak,  terangnya. Aris melanjutkan, Pemkab Lamongan juga melakukan penertiban PKL sebagai ujung tombak pemasaran produk-produk koperasi dan UMKM dengan pembinaan dan penataan lokasi melalui SK Bupati no 20 tahun 2003 tentang penetapan lokasi pedagang kaki lima di Kabupaten Lamongan

Persaingan Ketat di Cabang Silat

November 24, 2008

Dari arena Porkab Lamongan, kejutan muncul di cabang silat, pesilat asal Maduran Netta Muflicha di luar dugaan takluk dari pesilat non unggulan dari Kecamatan Kedungpring Aprilla Dewi R. Sebagaimana diketahui Netta adalah pesilat IPSI pemegang medali perak di ajang Kejurda Jawa Timur dan mampu masuk urutan lima di ajang Porprov Jatim beberapa waktu lalu.

“Saya sendiri sempat kaget Netta bisa kalah. Tapi, lawannya memang bagus. Dan dengan beginilah yang dinamakan bahwa porkab ini bisa dijadikan sarana untuk menggali bibit-bibit baru,” ujar Ketua Harian IPSI Lamongan Sumiran.

Menurut Sumiran, pencak silat bisa jadi cabor yang paling ketat persaingannya di ajang Porkab kali ini. Sebab, tiap-tiap kecamatan memiliki pesilat andalan yang tercatat sebagai pesilat IPSI yang sering tampil di ajang regional maupun nasional. Terutama untuk kelas A, B, dan C atau kelas 45 kilogram dan seterusnya.

“Pastinya, pertarungan di arena pencak silat ini bakal ramai,” tambah Sumiran.

Sabillah Rosyad Catat Rekor Tercepat

November 24, 2008

Sabillah Rosyad, bocah kelas 1 SMP Negeri 1 Lamongan menjadi pusat perhatian dalam cabang olah raga catur di ajang Porkab kemarin. Sebab, hanya dalam waktu tidak lebih dari 2 menit sudah cukup baginya untuk lakukan skakmat terhadap raja lawan.

“Sabillah merupakan peserta tercepat dalam mengalahkan lawannya. Tidak salah hanya dua menit. Dia juga yang pertama memenangkan pertandingan di babak hari ini,” kata Ketua Harian Percasi Lamongan, Prayitno.

Cabang olahraga catur di arena porkab sendiri diikuti oleh 220 kontingen kecamatan. Terdiri dari 52 atlit putra dan 13 atlit putri. Terbagi dalam tujuh babak untuk peserta putra dan lima babak untuk putri. Hanya, kemarin panitia baru menggelar tiga babak dan sisanya dilanjutkan hari ini.

Keberhasilan Sabillah ini tak lepas sejumlah prestasi yang sudah berhasil diraih bocah yang satu ini. Terakhir pada bulan ini ia baru saja meraih master Percasi karena tampil sebagai juara II lomba catur junior tingkat nasional di Surakarta, Jawa Tengah.

Marcio Ingin Adiknya Bergabung Dengan Persela

November 24, 2008

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa striker Persela Lamongan menjanjikan kepada manajemen untuk mendatangkan tandemnya saat di Brazil untuk bermain bersama. Ternyata pemain yang dimaksud oleh Persela ialah adiknya sendiri. Dan beberapa hari lagi akan datang di Lamongan.

Meski pemain baru tersebut adalah adik dari kapten tim Persela, Marcio namun manajemen Persela tetap akan selektif dalam melakukan seleksi pemain. Hal senada juga diuarakan oleh pelatih M. Basri. Dia mengaku tidak mau mengulang apa yang sudah terjadi sebelumnya. Seleksi akan lebih selektif demi efisien tenaga dan dana. Kalau pemain yang didatangkan benar-benar tidak mumpuni, lebih baik tidak ada penambahan pemain.

“Sekarang ini kita sudah dijanjikan ada striker baru yang juga adaik Marcio. Jika memang bagus, maka bagaimana tidak. Tapi kita tetap lakukan seleksi,” kata Basri

Sementara itu pemecatan Epalla ternyata menyisahkan protes, Epalla menginginkan Persela membayar penuh gajinya hingga ISL berakhir. “Memang ada sedikit masalah, tapi sebentar lagi kemungkinan juga sudah selesai. Karena kami memecat Epalla dengan alasan teknis. Bahwa selama putaran pertama ISL dia dievaluasi tidak memberikan kontribusi maksimal terhadap tim. Sepertinya agen Epalla juga mau mengerti,” kata Bendahara Persela Yurohnur.

Lamongan Dapat Tambahan 1000 Ton Pupuk

November 24, 2008
Pemkab Lamongan tidak tinggal diam menanggapi keluhan masyarakat petani yang merasa kekurangan pupuk. Melalui Surat Bupati tanggal 30 Juni 2008 nomor 521.33/1005/413.108/2008, Pemkab Lamongan mengajukan penambahan alokasi pupuk pada Gubernur Jatim. Pengajuan tersebut telah ditanggapi dengan ditambahnya alokasi pupuk urea untuk Lamongan sejumlah 1000 ton.
Kasi Sarana Produksi dan Permodalan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan Ernawan Kartika Adi melalui Kabag Humas dan Protokol Aris Wibawa menuturkan, jawaban pengajuan penambahan alokasi pupuk tersebut terjawab pada 24 Oktober lalu. “Kelangkaan pupuk yang dilansir beberapa media belakangan ini bukan hanya fenomena di Lamongan saja, namun fenomena nasional. Ini karena memang alokasi pupuk bersubsidi yang ada tidak bisa memnuhi kebutuhan riil petani. Misalnya di Lamongan, dari 124.487 ton usulan kebutuhan pupuk bersubsidi untuk tanaman pangan, holtikultura, perkebunan dan perikanan, alokasi yang diberikan hanya 58.090 ton. Jumlah ini berarti tidak sampai 50 persen dari usulan kebutuhan petani di Lamongan. Meski sudah ada alokasi tambahan sejumlah 1000 ton, jumlah tersebut belum memadai. Namun ini adalah salah satu upaya Pemkab Lamongan untuk membantu para petani, ” terang dia.
Dia menuturkan, kebutuhan pupuk untuk Lamongan pada musim tanam kali ini (Nopember-desember 2008) diperkirakan mencapai 22.010 ton. Sedangkan alokasinya saat ini tersisa sejumlah 13.058,8 ton. Sehingga masih ada kekurangan pupuk bersubsidi mencapai 8.951, 2 ton. Agar sisa pupuk yang ada ini bisa terbagi rata pada semuan petani, sejak Senin lalu (17/11), setiap kali distributor pupuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke kios-kios resmi diharuskan melaporkan pada Kepala Cabag Dinas (KCD) setempat. Sehingga KCD bisa perintahkan pada PPL untuk melakukan pengawasan ke desa-desa. ” Dengan ini diharapkan pupuk tidak akan mudah diperjualbelikan, ” ungkapnya.
“Selain itu Dinas Pertanian Kehutanan juga kan melakukan pengawasan dan pembinaan dosis pemupukan agar petani tidak boros pakai pupuk. Selama ini petani ada yang menggunakan pupuk hingga mencapapai 400 kilogram pupuk perhektarnya, ini terlalu banyak dari jumlah ideal yang hanya 250 kilogram perhektarnya. Disamping itu, sosialisasi penggunaan pupuk organik akan terus digalakkan pada para petani. Karena dengan penggunaan pupuk organik selain akan mengurangai dosis pemakaian pupuk anorganik, penggunaannya juga dapat meningkatkan kandungan organik tanah yang ujung-ujungnya bis ameningkatkan kesuburan tanah. Kami juga kan meningkatkan pengawasan agar pupuk bersubsidi tidak diselewengkan. Baik harga maupun dstribusinya, ” ujar dia.
Data Dinas Pertanian Kehutanan menunjukkan, dari usulan sejumlah 81.139 ton pupuk Super Phos (penganti SP36) Lamongan hanya mendapat alokasi sejumlah 17.160 ton. utnuk pupuk jenis ZA, dari usulan 8.052 ton, hanya dipenuhi 7.886 ton oleh pemerintah pusat. Kemudian Phonsa dialokasikan sejumlah 13.853 ton dari 11.912 ton yang diusulkan. Sedang pupuk organik, meski tidak mengusulkan, Lamongan mendapat alokasi sejumlah 4811 ton.

96 Naskah Karya Ilmiah Diuji Dalam LKIR

November 24, 2008
Sejumlah 280 siswa dari SMPN dan swasta se Kabupaten Lamongan Selasa kemarin (12/11) saling asah kemampuan dalam ajang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2008 di SMPN 2 Lamongan. Mereka yang terbaik pada LKIR kali ini akan memiliki kesempatan untuk mewakili Lamongan pada ajang yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Menurut Kasubdin Dikmenumjur Dinas Pendidikan Lamongan Muad, lomba karya ilmiah tersebut merupakan agenda rutin Pemkab Lamongan untuk mencari generasi-generasi unggul Lamongan. “Selama ini karya ilmiah sudah menjadi semacam ikon Lamongan. Sudah tidak terhitung berapa jumlah siswa siswi yang membawa harum nama Lamongan di ajang karya ilmiah baik di ajang regional, nasional dan bahkan internasional. Rozanah Cahya Kurniawati sisiwi SMPN I Babat adalah nama terakhir yang membawa harum nama Lamongan. Dia berhasil menggondol juara I nasional Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat SMP/MTs 2008 yang diadakan Dinas Pendidikan Nasional pada Agustus lalu, ” terang dia.
Muad melanjutkan, untuk LKIR tahun ini ada sejumlah 96 naskah karya ilmiah yang disetorkan peserta. Naskah karya ilmiah tersebut akan dipresentasikan dihadapan panel juri oleh tim karya ilmiah yang terdiri dari 3 hingga 4 siswa. “Mereka kan berlomba untuk menjadi yang terbaik dan berkesempatan mewakili Lamongan di ajang yang lebih tinggi. Selama tiga hari hingga 20 Nopember mendatang akan berlangsung babak penyisihan untuk kemudian dilangsungkan babak final pada 22 Nopember mendatang. Pada akhirnya nanti akan diambil lima karya ilmiah terbaik, ” tuturnya.
“Untuk SPMN memang kami wajibkan untuk ikut serta, ” tambah Muad. “Karena itulah peserta terbanyak berasal dari SMPN, yakni 48 lembaga pendidikan. Sementara dari swasta ada tiga lembaga pendidikan. Tiga mata pelajaran yang dilombakan pada LKIR tahun ini adalah bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) dengan 40 naskah yang dikirim, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ada 44 naskah dan Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) sebanyak 12 naskah karya ilmiah, ” ujarnya.